Ciri Kambing Boer Asli dan Sifatnya

Bila mana kita penasaran dan ingin tahu ciri ciri kambing boer asli sebaiknya kita harus ketahui sedikit sejarah dari kambing ini.

Kambing Boer bukanlah Ras asli suatu daerah tapi merupakan silangan dari dua Ras yakni Kambing Sabana dan kambing Red Kalahari Afrika. Awalnya persilangan ini terjadi secara tradisional di bumi afrika dan sudah sejak lama, masyarakat setempat menamakan hasil silangan ini dengan nama ” PETANI ” dalam bahasa setempat ” B O E R ”

Afrika Selatan Asal Kambing Boer

Afrika terdapat sebuah daerah bernama KALAHARI disana terdapat ras kambing dengan ciri berwarna coklat (merah bata) berperawakan bulat gemuk , biasa diberi nama Red Kalahari. dari cirinya ada kemiripan dengan kambing kacang di Indonesia.

Sedang kambing Sabana sebagai mana penampakan di samping, terlihat berwarna putih , bertanduk , telinga lebar-pendek , bulat . Secara ciri dasar kambing boer juga bercirikan demikian.sabana

tetapi warna nya yang sedikit berbeda ” Berkepala coklat ”

Perkembangan di masyarakat Afrika kambing boer diternakkan secara turun temurun dan tradisional, sehingga performa maksimal dari kambing ini kurang maksimal.
Ukuran masihlah sama dengan kambing lokal kita , Dara betina dikisaran bobot 30-40 kg , jantan Poel 50-60Kg.
kambing-boerAda peneliti asing yang mencoba memuliakan varitas ini dan berhasil Meningkatkan performa / kecepatan produksi daging.

Kecepatan pertumbuhan dan Pertumbuhan maksimal bobotnya.

Pemuliaan Genetik Memaksimalkan Kwalitas Kambing Boer

Dikabarkan bahwa kambing boer ini telah dilakukan pengembang biakan dengan berbagai teknik Pemuliaan genetik selama 65 tahun oleh tenaga ahli Inggris , sehingga performa perkembangan dapat maksimal , semisal:

Berat Lahir , perekor bayi lahir bisa seberat Up 4 Kg sebelum makan dan minum apapun.

Berat Sapih , saat berumur 90 hari dapat mencapai 30 kg.

Berat Dewasa , berumur 1,5 th untuk betina dapat mencapai 70-80 kg dan Jantan dapat mencapai 100 kg.

Best In Size untuk jantan dengan usia 17 bulan berbobot 300 Lbs ( 150 Kg ) angka yang luar biasa.

Bila di bandingkan dengan kambing yang ada di negara kita adalah angka yang amat menakjubkan.

American Boer Goat Association ( ABGA )

ciri kambing boer

 

Standarisasi kambing boer menurut ABGA bisa kita lihat pada gambar diatas.

 

Abah Boer Mendongeng

Empu Peternakan dari Inggris sudah lelah bekerja meningkatkan kwalitas kambing boer , bagaimana tidak capek dan lelah . 65 bekerja sendiri tanpa ada negara yang membantu .

Akhirnya Empu dengan nama panggilan “Eyang Boer” membuat Sayembara … Gede-Gedean Kambing … Dengan syarat

  1. Yang Boleh Ikut harus peranakan kambing turunan ke 5 keatas dari Pejantan Eyang Boer.
  2. Betina dasarnya silahkan menggunakan betina lokal atau betina boer asli.
  3. Pemenang Akan di tempatkan sejajar dengan pejantan Eyang dan bisa menjantani betina seluruh dunia dengan cara Modern – Transfer SETROW BEKU.

Begitu besar hati Eyang Boer , dan sebenarnya apa tujuan Eyang.

Didapati bocoran dari para Cantrik bahwa Eyang menginginkan perubahan pemikiran tentang kambing.

  • Kambing hewan yang susah di ternak , makannya pilih pilih – Untuk kambing Boer beda => Lahap makan tidak pilih pilih.
  • Kambing dagingnya kurang banyak, penampakan menipu – Untuk kambing Boer beda => Rasio karkas bisa lebih dari 50% , Setara Sapi.
  • Kambing ternakan pemarah – Untuk Kambing Boer beda => Penyabar dan Jinak, malah minta sentuhan kasih sayang.
  • Kambing lambat besarnya – Untuk Kambing Boer beda =>  Cempe Lepas sapih (3 bln) saja bisa 30 Kg.

Dengan sayembara Gede-Gedean kambing ke seluruh dunia diharapkan ada penambahan sifat Positif.

Jadi bila kita bicarakan ciri ciri kambing boer asli , haruslah kita menebak “Kambing Pedaging” “Tinggi Besar”

Kisah Seorang Cantrik Eyang Boer

Cantrik ini berasal dari sebuah negara yang sangat subur , daerahnya sangat bersahabat , Air mengalir menerus tanpa ada kekurangan dan membuat iri sesama cantrik  , daerah ini biasa disebut Surganya Dunia.

Dia mencoba menyilangkan Kambing Boer dengan kambing setempat yang berperawakan kecil “Kambing Kacang” sampai generasi ke 4 ~5 (berdarah boer di atas 90%) . Hasilnya sangat luar biasa , kambing kacang jantan dewasa biasa berbobot 20 – 25 kg . di generasi ke 4 sudah bisa berbobot 35 Kg.

Dengan bangga cantrik ini mengabarkan ke gurunya, atas keberhasilan menyilangkan kambing boer dengan varitas kacang dengan hasil hebat. begitu penasarannya Eyang boer mendatangi negara cantrik ini hanya untuk melihat hasil kerja keras cantrik ini bertahun tahun.

Setelah melihat hasil silangan Cantriknya Eyang Boer berkata “Lee ,,,,, yang kamu ternakkan bukan kambing BOER tapi kambing Kacang Garuda , secara warna , bentuk memang sama tapi Ukurannya yang berbeda” .

Dengan besar hati Eyang Boer memberi saran agar mencari betina setempat yang besar dan disilangkan dengan pejantan boer Asli Eyang kemudian menabah omongan ” Untuk menilai ternakan Sebaiknya menggunakan alat ukur standart , Penggaris Ukur , dan Timbangan, Sebab mata bisa menipu penilaian” , Untuk Ciri ciri kambing boer jangan hanya melihat warna dan bentuknya , Size jugalah harus sebab tujuan akhir adalah pedaging.

Sebelum pulang ke negaranga Eyang berjanji mengirim kambing Boer Asli Jantan dan Betina ke Peternakan Cantriknya.

Ciri Kambing boer – Badan Kerbau Suara Embek

Kerbau-Boer
Badan Kerbau Suara Embek begitulah gambaran sederhana dari kami , untuk menilai ciri kambing boer.

Untuk warna bisa beragam , didominasi Badan Putih berkepala coklat dan ada pula Belang coklat , Coklat (merah) Polos , bahkan ada yang belang hitam.

Menurut penilaian kami warna acap kali akan bisa mempengaruhi kita dalam menilai keaslian kambing boer dan keturunannya, Ukuran/Size dan berat badan lah yang menjadi kunci utama.

Oops … Ya , Ada satu hal yang mendominasi , TANDUK Istilah Jawa Brai Sungu . . .  Bahwa Tanduk akan menjadi ciri Utama.

Kita pernah coba Silangkan Jantan Turunan berdarah 50% ( F1 ) dengan betina Senduro / Brujul ( tidak bertanduk ) , anaknya akan bertanduk walau tidak persis tanduk Boer .

ciri-boer-silangan

 

Untuk Gemolan Paha belakan juga dapat memjadikan tolak ukurnya .

 

Menang Banyon Menang Segalane

Menang Banyon Menang Segalane

Menang Kwalitas Air Menang Segalanya

Istilah ini kami dengar di para bebotoh Adu Ayam Bangkok.

Dua ekor ayam dalam satu peternakan dengan kwalitas sama , dipindahkan dan dipelihara di 2 daerah berbeda , pemberian pakan sama kwalitas dan jumlahnya, melatih sama bagusnya , setelah dewasa di pertemukan dalam medan laga , Hasilnya.

Akan dimenangkan oleh ayam yang dipelihara di tempat yang memiliki kwalitas air tanah yang Lebih Bagus.
Sempat kami tanyakan kok bisa seperti ini , apa rahasianya ? Kandungan Mineral kurang lebih penjelasannya.

Yang jelas Mineral yang ada dilingkungan ternakan akan mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup ternakan, mungkin juga kita .

Untuk mengejar kekurangan kwalitas mineral yang terkandung di air konsumsi ternakan maka pemberian Mineral Ternak tambahan di dalam ransum makanan di maksudkan untuk mengejar ketertinggalan akan kekurangan dan kelemahan di daerah yang kurang bagus. Bisakah demikian ?

 

Jenis-Jenis Mineral yang Dibutuhkan Ternak :

  • Kalsium (Ca)  Calsium merupakan mineral untuk pertumbuhan dan pengerasan tulang tulang dan air susu . Unsur tersebut juga berguna dalam proses pembekuan darah serta kesiapan otot terhadap rangsangan syaraf.
  • Fosfor (P)  Fosfor diperlukan dalam pembentukan tulang, gigi, sintesis protein dan system enzimatik. Metabolisme hidrat arang dan keratin juga memerlukan unsure P. sumber fosfor yang baik antara lain tepung tulang, diskalsiumfosfat, dan disodiumfosfat.
  • Magnesium (Mg) anak sapi yang hanya diberi air susu yang ditambah dengan Fe, Cu, Mn, dan vitamin D ternyata banyak yang menderita tetani dan akhirnya mati. Kadar Mg dalam darahnya sangat menurun. Anak sapi yang telah dapat makan hijauan bila ditambah 10-12 mg/kg Mg pertumbuhannya akan lebih baik. Kejadian grass tetani, yang gejalanya mirip dengan milk faver, banyak dialami oleh-oleh sapi yang produksinya tinggi. Untuk mencegahnya hanya dapat dilakukan dengan menambah unsure Mg di dalam rasumnya. Kebutuhan tambahan untuk sapi berproduksi adalah 40 g/ ekor yang dapat diperoleh dari MgO.
  • Cobalt (Co) cobalt sangat kecil kebutuhannya, akan tetapi karena tubuh dan jaringan tidak mapu menyimpan unsur tersebut dengan baik tambahan dari luar sangat diperlukan. Cobalt diperlukan dalam sintesis vitamin B12, yang diperlukan untuk pemasakan sel darah merah. Kebutuhan sapi akan vitamin B12 sangat besar dan untungnya vitamin tersebut dapat dihasilkan oleh mikroba dalam rumen. Cobalt dapat mencegah terjadinya anemia.
  • Besi (Fe) – Zat Besi sangat dibutuhkan dalam pembentukan sel darah / Hemoglobin . Pada dasarnya Fe akan banyak terkandung di hijau daun. bila tenakan anda jenis ruminasia pemberian zat Fe tidaklah perlu sebab sudah banyak terkandung di makanan Hijauan yang di makan sehari hari.
  • Tembaga (Cu) tembaga diperlukan aktivitas enzim pernafasan sitokrom-oksidase. Definisi tembaga diketahui menyebabkan anemia, degenerasi otot jantung dan deiemilinasi syaraf. Diefisiensi tembaga menyebabkan diare berat, kekurusan, bulu kusam, penurunan nafsu makan dan anemia. Tulang ternak yang kekurangan mineral tembaga (CU) jadi mudah patah. Hewan tua yang kekurangan Cu juga mengalami osteomalasia dan mudah mengalami kesulitan melahirkan. Kerusakan syaraf menyebabkan gejala swayback.
  • Yodium (I) gondok terjadi kerena kurangnya yodium, hingga untuk menghasilkan tirtoksin yang cukup, kelenjar gondok mendapatkan pacuan terus menerus dengan hormone thyroxin-stimulating hormone (TSH), hingga terjadi pembesaran dari kelenjar gondok. Suplementasi yodium sebanyak 0,00076% biasanya cukup untuk mencegah gondok. Sebagai akibat kurangnya tiroksin hewan tersebut bertumbuh lambat. Gondok pada anak sapi atau pedet yang baru lahir dapat dicegah dengan jalan memberikan yodium cukup pada induk yang sedang bunting.
  • Besi (Fe) besi diperlukan dalam pembentukan darah. Air susu tidak cukup mengandung Fe, hingga cempe dan pedet di beri air susu saja sampai umur 70 hari kadar hemoglobinnya turun dari 11 menjadi 8 g/ 100 ml darah. Air susu hanya mengandung 2,4 mg Fe/l. suplemetasi pakan dengan 5,5 mg/kg dapat mempercepat pertumbuhan pedet dam cempe.
  • Seng (Zn) Zeng diperlukan dalam sintesia enzimatik. Enzima carbonic anhydrase, carboxy peptidase, alkaline fosfatase, lactic dehydrogenase dan glutamic dehydrogenase dan glutamic dehidrogenase semuanya mengandung unsure Zn. Karena metabolisme Zn di dalam usus tidak efisien, diberikan jumlah Zn yang jauh lebih banyak daripada yang terdapat di dalam jaringan. Sebagian besar Zn yang diberikan akan dikeluarkan bersama tinja. Seekor sapi untuk pemeliharaan memerlukan 40 ppm Zn dalm konsentratnya.
  • Mangan (Mn) Mangan dibutuhkan dalam system enzimatik baik di dalam mitokondria maupun di dalam jaringan. Mineral Mangan(Mn) bertindak sebagai aktifator enzima glycocyl-transferase yang bertugas dalam sintesis mukopolisakarida dan glikoprotein. Meskipun jarang terjadi, defisiensi Mn pada ternak menyebabkan penurunan fertilitas, terlambatnya masa birahi, terlambatnya dalam pembuahan dan gejala estrus yang tidak begitu nyata, Lambat Tinggi.

Kami sadur dari www.infoternak.com

Mungkinkah Ternak Mencerna Mineral Tambahan

Terdapat 2 pendapat para ahli Nutrisi :

Bisa Terserap dengan Baik – Dengan memberikan mineral tambahan di dalam ransum makan ternak maka di dalam sistem pencernakan akan bereaksi dengan enzim pencerankan yang pada akhirnya terserap didalam peredaran darah kemudian di manfaatkan sebagai penyusun tubuh ternakan , bila ada kelebihan akan dibuang melalui air kencing dan kotoran.

Tidak Bisa Terserap sama sekali – Kebutuhan akan mineral untuk pembentukan jaringan tubuh adalah dalam bentuk atom tunggal ( Ca +  untuk Cansium ) ( Mg+ untuk Magnesium ) dst yang jelas hanya senyawa tunggal saja yang bisa terserap dalam tubuh ternakan , akan sangat mustahil bila yang diberikan adalah Calsium carbonat ( CaCO3 )  atas kebutuhan Ca . pemberian senyawa / material tambahan hanya akan menambahkan endapan di dalam sistem tubuh semisal Ginjal.

Pendapat kami – Penentunya ada di jenis ternakan yang akan kita beri Mineral Tambahan, misal Ayam : Hewan ini mempunyai kemampuan pencernakan yang luar biasa , batu kerikil saja akan hancur di tembolok ayam alias besar kemungkinan Bisa menyerap dengan baik , Tetapi untuk hewan pemamah biak / ruminasia akan jauh berbeda . Ternakan akan sulit untuk mencerna nya.

Untuk Ternakan ruminasia semisal kambing akan lebih baik memperbaiki kwalitas pakan , Pemberian Konsentrad Ternak , atau pemupukan lahan rumput dengan pupuk Makro dan Mikro.

Ternak Unggulan Terlahir di Daerah mineral Mangan ( Mn )

Di Indonesia, Logam MANGAN ditemukan pada daerah Karangnunggal- Tasikmalaya (Jabar) , pegunungan karang bolong (Kedu Selatan), Pegunungan Menoreh (Magelang), Gunung Kidul (DIY), Sumatera Utara Pantai Timur, aceh,  Kliripan-kulon Progo(DIY), Lampung  , Maluku , NTB , NTT dan Sulawesi Utara.

Bila kita cermati di daerah tersebut sebagian besar melahirkan ternakan unggul dengan kategori exotik dan unggul

  • Tasikmalaya (Jabar) , Domba Adu mungkin jauh di kenal dengan nama Domba Garut
  • pegunungan karang bolong (Kedu Selatan), Ayam Kedu atau Cemani
  • Pegunungan Menoreh (Magelang), Kambing PE Kaligesing atau biasa disebut PE Kepala Hitam.
  • Gunung Kidul (DIY) Kambing PE Kaligesing atau biasa disebut PE Kepala Hitam.
  • Kliripan-kulon Progo(DIY) Kambing PE Kaligesing atau biasa disebut PE Kepala Hitam.
  • Lampung – Potensi peternakan secara keseluruhan , Sapi , Kambing dll
  • Maluku – Potensi peternakan secara keseluruhan , Sapi , Kambing dll
  • NTB – Kambing Sumbawa biasa kami istilahkan Sumbowoan , ras silangan dari kambing Saanen dan Etawah
  • NTT- Potensi peternakan secara keseluruhan , Sapi , Kambing dll
  • Sulawesi Utara.- Potensi peternakan secara keseluruhan , Sapi , Kambing dll

Kalaupun di daerah yang belum muncul ragam ternakan unggul , hal tersebut karena masyarakat setempat belum mengembangkan potensi peternakan atau juga kami yang belum tahu

Pemberian Pakan Fermentasi untuk Pembiakan Kambing

Pengalaman PAHIT dengan pakan fermentasi di peternakan kambing kami.
Betina kena Buyutan ….. Lumpuh …… Akhirnya Mati.

Pertama kali saya coba buat pakan Fermentasi dari Rumput hijau yang di cacah dan dilayukan , menggunakan stater EM4. Tempat dengan drum bekas yang 150 lt , rumput di injak injak dan di campur em4 dan ditutup rapat .

Setelah 2 minggu baru kami berikan ke kambing – Hasilnya terlihat bagus Selera makan ternak Luar biasa Lahab dan rakus .

Dengan 1 drum seberat 60 kg cukup untuk kambing 30 ekor per hari dan hanya di tambah hijauan tidak seberapa banyak kira kira 1 kg per ekor , kambing sudah gemuk dengan pertumbuhan normal.

Jadi Dengan Pemberian pakan fermentasi dengan bahan Rumput Lamuran akan meringankan kerja . Perihal ini terjadi karena dengan memfermentasikan baku pakan akan mudah dicerna kambing , ditambah lagi kita stater menggunakan EM yang konon akan menguraikan asam amino menjadi lebih sederhana dan akan timbul gula sederhana.

Penampakan dari pertumbuhan normal dan bagus

Goyor dan Buyutan (Parkinson/Tremor)

Di dua bulan pertama pemberian pakan fermentasi mulai sedikit nampak keanehan.
Betina bunting terlihat nampak kesulitan berdiri .

Tampak Gejala Aneh Tertatih Tatih Saat Berdiri

Nampak perkembangan yang kurang menggembirakan.
Pertama – Betina beranak enggan menyusui, awalnya kami mengira ini karena kebiasaan kambing bunting tua akan susah berdiri.

Kedua – Betina bunting yang sebelumnya bila putingnya di perah keluar cairan bening lancar (tanda kehamilan) berubah jadi Kental seperti Olie Gardan bahkan ada betina yang keluarnya seperti mentega bening.
Setelah kami tunggu masuk di masa kelahiran …. Ternyata air susu tidak keluar sama sekali. akhirnya anak mati kelaparan.

Ketiga – Tertatih Tatih Saat Berdiri , dan cenderung terduduk diam dan melamun. Kalaupun memaksa berjalan terlihat seperti buyutan .

kemudian saya coba cara lain ….

Ada seorang kawan menyarankan untuk menambahkan material lain dalam rumput yang kami fermentasikan , Kami tambahkan Kleci ( Kulit ari kedelai ) Rendeng kangkung ( Kangkung Kering ) Dedak Padi dan 1 kg mineral feed per drumnya. Hasilnya masih juga sama setelah kami coba satu bulan.

Kemudian kami berinisiatif Betina yang bunting pakan fermentasi dikurangi dan di beri tambahan Hijauan /diperbanyak.
Hasilnya sedikit menggembirakan …. Susu mulai ada walau sedikit.

Kesimpulan Awal Kami Bahwa Pemberian Pakan Fermentasi di Betina Bunting Akan menjadikan air susu tidak lancar dan Buyutan.

Pakan Ternak Fermentasi

Sedikit sekali yang kami ketahui Tentang Pakan Kambing Fermentasi, Dari beberapa literatur Universitas Google

Terdapat beberapa teknis pengawetan pakan dan peningkatan kwalitas pakan ternak.

  • HAY
  • SILASE

HAY merupakan teknis pengawetan pakan dengan cara pengeringan , Bahan pakan seperti Rumput , Jerami , Dedaunan dikeringkan dan disimpan , bentuk penyimpanan terserah saja bisa di press atau pula di karung.

SILASE adalah teknis yang sedikit lebih rumit sebab sudah memanfaatkan mikroba pengurai untuk meningkatkan mutu dari pakan. Gambaran sederhana Tape akan lebih bergizi di bandingkan Ketelanya.

Jenis Mikroba , Stater dan Kultur yang dipakai bisa bermacam macam , EM , Ragi Tape , Urea , Tetes Tebu dan masih banyak merk dagang dipasaran , yang utama adalah kedap udara dalam teknis fermentasinya.

Untuk lama proses Fermentasi bermacam macam , tergantung dari proses dan jenis Mikroba stater yang digunakan. semisal untuk EM setelah berusia cukup antara 7 – 20 hari di bongkar dan diberikan kepada ternak atau dikeringkan kemudian disimpan / dikarungi.

Yang kami kerjakan adalah memberikan langsung kepada ternak , hanya di angin anginkan saja.

Nasehat Bidan Desa Untuk Ibu Hamil

Untuk ibu yang mengandung jangan mengkonsumsi Makanan dan minuman BerAlkohol  semisal Anggur , Tape . Sebab bisa tidak baik untuk kandungan dan bayi.

Pertanyaan kami adalah bagaimana efeknya bila di langgar ? Jawaban dari bidan atas pengalamannya

Pertama – Ada kasus keguguran dengan terlihat janin mengalami kerusakan kulit di janinnya , seperti kena air panas.

Kedua – Bayi terlahir normal dan sehat dengan penampilan bayi Putih padahal bapak dan ibunya agak item , ada kesan pucat.

Ketiga – Ada juga yang Normal , Sehat Walafiat. Ibu dan banyinya

Jadi Sebaiknya dihindari saja mengkonsumsi Alkohol dan Tape.

Kami sedikit bingung akan pengalaman bidan ini , tidak ada yang seragam . Seperti terkesan plin plan.

Demikian juga dengan pakan Fermentasi untuk ternakan. Ada yang menginformasikan kepada kami Baik Baik saja Tetapi ada yang Bilang Tidak bagus.

Sedangkan pengalaman kami serupa dengan yang di sampaikan Ibu Bidan Desa

  1. Keguguran
  2. Normal tapi hidup hanya 1-2 hari
  3. Normal dan Sehat , Tapi betina tidak mau menyusui karena susu tidak ada

Kematian Betina Kambing Setelah Beranak

Prahara berat untuk kami saat beberapa betina beranak dan induknya ambruk , Tentu kewajiban mengusui tidak bisa ditunaikan oleh betina. Dari 6 betina yang beranak semuanya enggan menyusui , dipaksapun juga tidak mau dengan sukarela , akhirnya 4 betina ambruk untuk selera makan masihlah bagus , Usaha keras kami untuk mempertahankan kehidupan tidaklah kurang , mantri ternak , Konsentrad susu , sampai dengan penyuntikan Vitamin dan Mineral ( Calcidex ) sudah dilakukan tapi ajal tetap menjemput. dari 6 betina yang Ambruk ada 2 betina yang masih bisa bertahan.

Anakan terpaksa dicarikan ibu asuh – Sapi , Instan ( Susu Skim )

Setelah pengamalan ini Kami mengambil kesimpulan bahwa pemberian pakan fermentasi kurang bagus untuk budidaya Breding Kambing…

Pemberian pakan fermentasi pada betina bunting dan menyusui Tidak bagus

Karena Proses fermentasi pada sebuah pakan adalah pemecahan serat kasar menjadi lebih sederhana agar mudah diserap untuk ternakan.

Tetapi di proses fermentasi adalah proses Asam yang notabene berseberangan dengan penyerapan Kalsium (Basa)

Padahal untuk betina Hamil dan menyusui kebutuhan Kalsium sangatlah besar.

Untuk Sementara begitulah kesimpulan kami ,

Kami akan coba mencari informasi di Perpustakaan Universitas GOOGLE dan didapati berita seperti ini

PENYAKIT METABOLIK

Suatu gangguan yang menyangkut kekurangan atau ketidakmampuan penguraian proses fisik dan kimiawi dalam tubuh (metabolisme)

ACIDOSIS (Asam berlebih dalam darah)

Gejala Klinis

  • kembung perut (bloat), tidak mau makan, mencret berat, dehidrasi
  • sakit : gigi bekertak
  • gerakan rumen berhenti dan rumen terasa berair
  • hewan lemah, goyah dan tidak mampu berdiri
  • tidak diobati : mati dalam waktu 1 – 2 hari

Penyebab

  • kebanyakan makan pakan yang mudah dicerna denga kadar pati dan gula tinggi (padi-padian, sayuran, buah-buahan dan hasil ikutannya)
  • pH rumen menjadi asam (< 5)

Pengobatan dan pencegahan

  • minyak nabati (sayur), campuran arang dengan sodium bicarbonat
  • pencahar ringan : membersihkan rumen

(magnesium sulfat (garam epson 15-30 gr dicampur dalam 100-200 ml air), susu magnesia 45-60 ml)

  • jangan memberi makanan buangan sayur-mayur dan buah-buahan yang basah
  • rumput muda dan basah : dijemur atau dicacah

GRASS TETANY (Kejang rumput, Hypomagnesemia tetany)

Gejala Klinis

  • diawali dengan gugup, mudah kaget, kemudian lemah, menjatuhkan diri dan tidak dapat berdiri lagi/lumpuh
  • hampir sama dengan gejala milk fever

Penyebab

  • makanan : kadar magnesium rendah, kadar Mg darah rendah
  • terjadi jika rumput muda dan lunak merupakan satu-satunya makanan
  • padang rumput dipupuk dengan kalium (potash) pada musim hujan : subur
  • rumput hijau muda : kadar Mg rendah
  • cepatnya makanan pada saluran pencernaan : pengambilan Mg tubuh terbatas

Pengobatan dan pencegahan

  • preparat Mg secara intra vena (infus) (perlahan dan hati-hati) : sama dengan milk fever
  • pencegahan: pemberian jerami leguminosa dan padi-padian dan membatasi makanan hanya rumput subur
  • sedikit jerami hijauan diberikan untuk mengurangi konsumsi rumput atau menghambat jalannya rumput dalam saluran pencernaan

MILK FEVER (Demam susu, Parturient paresis, Hypocalsemia)

Gejala Klinis

  • berjalan terhuyung-huyung atau dengan kaki diseret
  • kadang-kadang sembelit (constipatio) atau terlalu lemah untuk melahirkan
  • tidak mampu berdiri dan depresi ke samping, seperti huruf S
  • pemeriksaan laboratorium : kadar Ca dalam serum < 5 mg/100 ml
  • biasanya terjadi beberapa hari menjelang melahirkan sampai bebrapa hari setelah melahirkan Penyebab
  • menjelang kelahiran, hewan tidak bisa melepaskan secara normal Ca dalam tulang untuk produksi susunya, sehinga menggunakan Ca dalam darah
  • jika Ca dalam darah turun sampai titik kritis, timbul gejala

Pengobatan dan pencegahan

  • larutan 25% kalsium boroglukonat, biasanya 50 – 100 ml
  • sebagian diberikan secara intra vena dan sebagian lagi secara sub cutan : untuk mengurangi kemungkinan penghambatan fungsi jantung oleh suntikan secara intra vena
  • penyuntikan secara intra vena harus hati-hati : kontrol kenaikan dan penurunan denyut nadi dan detak jantung saat penyuntikan
  • pencegahan : diit Ca relatif rendah 30 hari menjelang melahirkan, dengan pemberian jerami rumput saja tanpa leguminosa, diit ini akan memaksa pelepasan hormon yang menggertak pemindahan Ca dalam tulang ke darah sehingga ketika induk membutuhkan Ca untuk produksi susunya prosesnya akan berjalan baik
  • setelah anak lahir berikan diit Ca tinggi secara teratur termasuk pemberian leguminosa

Ini yang kami dapat  ” Semua permasalahan berkenaan dengan Kalsium ” http://www.lembahgogoniti.com

 

Wabah Lumpuh? Jika Kambing Kekurangan Kalsium

Di sekitaran akhir November dan awal Desember 2010, 3 ekor kambing betina bunting di kandang tiba2 lumpuh -ditambah dengan 2 ekor kambing perah yang tiba2 terjatuh dan kejang2. Betina bunting yang lumpuh, makannya tetap doyan, tapi tubuhnya lemas. Badannya mengurus, matanya jadi kelihatan cekung.

Selidik punya selidik, ternyata kejadian itu juga dialami di beberapa peternakan di seputaran Bogor. Ada satu peternakan besar sekitar 30-an ekor mengalami nasib yang sama. Kata mereka, itu seperti wabah; penyakit yang mendadak datang begitu saja; penyakit pembawa kematian. Ternak yang terserang, tidak lebih dari seminggu kemudian mati. Kambing bunting yang mati itu terdiri dari 2 ekor jenis Etawa Senduro, 1 ekor jenis Sapera. Sementara yang sedang diperah berjenis Etawa Kaligesing dan Jawa Randu.

Teman2 peternak bilang “wabah”, tapi menurut dugaan saya itu karena perubahan cuaca yang ekstrim. Panas matahari yang menyengat berhari-hari, berminggu-minggu, kemudian mendadak hujan deras diiringi angin kencang membuat cuaca begitu dingin menggigil. Mungkin faktor cuaca ini sebagai salah satu faktor kematian tersebut. Indikasinya karena cempe2 (anakan kambing umur di bawah sebulan) juga ikutan mati (3-6 ekor) dengan diawali bulunya mendadak semrawut (tidak rapi), kemudian menggigil kedinginan pada saat peralihan cuaca tersebut.

Menurut Mas Bondan (Bumiku Hijau Farm) yang saya hubungi via phone, untuk kasus ternak bunting kemudian tiba2 lumpuh itu bisa dikarenakan akibat kekurangan kalsium; zat penguat tulang. Asumsinya, kambing perah yang sedang bunting, kebutuhan kalsiumnya sangat tinggi. Di samping kalsium untuk kebutuhan janin, juga untuk perkembangan susu/ambing yang kian membesar menjelang lahiran. Uniknya memang yang terserang penyakit lumpuh betina yang usia kebuntingannya > 4 bulan (1 minggu s/d 1 bulan sebelum kelahiran).

Solusinya:
akhirnya saya carikan obat kalsium (Calc) yang biasnya dikonsumsi ibu hamil. Bentuknya seperti pil dengan harga generik; bervariasi antara Rp. 50,- s/d Rp. 600,- per butir. Obat2 seperti ini banyak dijumpai di apotik2 pinggir jalan. Kebanyakan bermerk: KF, kabe farma, atau NOVA.
Cara pemakaiannya:
saya larutkan dalam susu sapi yang dikonsumsi oleh cempe2 yang lepas sapih karena induknya diperah, atau dicampur dengan ampas tahu/tempe untuk konsumsi kambing2 yang besar (> dara/jantan muda).

Alhamdulillah, kondisi cempe dan kambing kelihatan lebih segar, lebih giras, dan tidak ada lagi yang lumpuh. Idealnya, untuk cempe diberikan setiap hari dengan 1 pil/ekor. Untuk betina bunting/dara minimal seminggu sekali 1 pil/ekor.

Smoga bermanfaat.
Terima kasih Mas Bondan atas sharing ilmunya..!!

Salam,
(c) aGusJohn,
Ciangsana, 17 Januari 2011

Ini juga ada Info serupa http://cintakambing.wordpress.com

 

Sementara Ini yang kami dapat

Untuk solusi bila ingin menerapkan pemberian pakan fermentasi untuk ternakannya – kami akan coba – coba dan cari tahu

Urea Untuk Ternak – amoniase media pakan Fermentasi

Apa sesungguhnya Urea?

Urea adalah suatu senyawa organik yang terdiri dari unsur karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen dengan rumus CON2H4 atau (NH2)2CO. Urea juga dikenal dengan nama carbamide yang terutama digunakan di kawasan Eropa. Nama lain yang juga sering dipakai adalah carbamide resin, isourea, carbonyl diamide dan carbonyldiamine. Senyawa ini adalah senyawa organik sintesis pertama yang berhasil dibuat dari senyawa anorganik, yang akhirnya meruntuhkan konsep vitalisme.

Urea untuk Tambahan pada Pakan Ternak

Strategi untuk meningkatkan konsumsi pakan oleh ternak pada kondisi pemeliharaan tradisional ialah dengan memberikan suplemen yang tersusun dari kombinasi bahan ilmiah sumber protein dengan tingkatan jumlah tertentu yang secara efisien dapat mendukung pertumbuhan, perkembangan dan kegiatan mikroba secara efisiendi dalam rumen. Selanjutnya produktivitas hewan dapat ditingkatkan dengan memberikan sumber N protein dan/ atau non protein serta mineral tertentu. Suplementasi secara keseluruhan diharapkan dapat memberikan pengaruh yang baik melalui peningkatan protein mikrobial, peningkatan daya cerna dan peningkatan konsumsi pakan hingga diperoleh keseimbangan yang lebih baik antara amino dan energi di dalam zat-zat makanan yang terserap.

Kontroversi Pemberian Urea pada Pakan Ternak

Banyak informasi yang beredar yang sifatnya konteroversi yaitu tentang bahaya penggunaan urea antara lain dipaparkan data-data berikut.

Berawal pada tahun 1980-an, ketika pemerintah mengimpor sapi perah secara besar-besaran, dan merasa kekurangan rumput berkualitas. Alternatif termudah yang ditempuh saat itu adalah “meningkatkan” kualitas jerami padi yang secara kuantitas ketersediaannya tidak pernah kekurangan, dengan teknologi yang dikenal sebagai urease ataupun amoniase. Seperti yang ditemukan nutrisionis Jerman Bergner (1974) ataupun yang dilakukan Van der Merme (1976) di Afrika Selatan.

Urease yang diperkenalkan merupakan proses pengolahan jerami padi menjadi hijauan berkualitas untuk pakan sapi perah dengan menggunakan urea (yang oleh kebanyakan masyarakat Indonesia hanya digunakan untuk tanaman).

Urea dicampur air dengan perbandingan tertentu, disiramkan ke jerami yang sudah disusun kemudian ditutup plastik kedap udara selama waktu tertentu (metode Dolberg, 1981). Alternatif lain adalah dengan memberi panas dan tekanan tertentu sehingga larutan urea menguapkan gas amoniak, uapnya yang berbau sengak diserap oleh tumpukan jerami padi di sekelilngnya. Proses ini dilakukan dalam kontainer kedap udara (metode yang dilakukan Bergner dan Van der Merme serta diperbaiki pada tahun 1981 oleh Coredesse).

Banyak peternak sapi perah di Jawa pun dibekali ilmu “urease” untuk menyulap jerami padi yang semula hanya hangus dibakar di pesawahan menjadi pengganti rumput hijau yang semakin sulit diperoleh. Tidak lupa kontainer pun dikirimkan kepada koperasi peternak sapi perah. Dengan berbagai upaya tersebut, kiranya pemerintah makin optimis bahwa dalam beberapa tahun setelah itu imbangan antara susu impor dan produk dalam negeri mencapai 50 : 50.

Para peternak sapi perah sangat antusias mempraktekan ilmu tersebut. Pakan hijauan tidak akan ada masalah lagi ketersediaannya sepanjang musim. Namun, ketika hijauan berkualitas hasil urease ini diberikan kepada sapi yang sedang laktasi maka produksi susunya tiba-tiba berkurang. Makin hari makin sedikit sampai beberapa dinataranya harus berhenti sebelum masa kering tiba. Jerami padi berkualitas tinggi juga diberikan kepada sapi jantan yang sedang digemukan (fattening). Sapi-sapi jantan FH yang sedang dalam proses akhir pemeliharaan penggemukan pun beberapa diantaranya mati mendadak setelah beberapa hari urinenya kuning kemerahan sampai benar-benar keluar darah segar.

H. Abdoeri (almarhum) yang waktu itu menjabat sebagai ketua GKSI Cirebon pun segera menghentikan penerapan teknologi baru tersebut. Urease ternyata tidak seindah hasil penelitian Dr. Ir. Abdel Komar di Perancis. Bagusnya kesimpulan hasil riset di laboratorium ternyata berakibat fatal setelah diterapkan begitu saja di lapangan. Atep, seorang peternak sapi perah di Desa Sukasari Kecamatan Pangalengan pun mengalami nasib serupa. Pada awal tahun 1990-an, anggota KPBS tersebut hanya bisa mengurut dada

Ketika beberapa ekor sapi laktasi andalannnya tiba-tiba produksi susunya turun drastis. Salah satunya bahkan sakit-sakitan dan terpaksa ditolong Pak Jagal. Saat itu, sapi perahnya mendapatkan awetan hijauan berprotein tinggi, silase jagung yang dibuat dengan tambahan larutan urea.

Kejadian belum lama pun terjadi di peternakan domba milik pesantren, Peternakan Domba Al-Mustaghfirun Desa Jatimulya Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu. Lebih dari 35 % domba yang dipeliharanya terkapar secara bertahap setelah penggunaan UMB selama 2 – 6 bulan, 75 ekor harus menemui ajal dari total populasi 200 ekor. Ahmad Syifa, teknisi yang menangani peternakan tersebut mengatakan bahwa gejala yang muncul diare akut, bahkan disertai dengan perdarahan.

Hasil penelitian laboratorium, selalu dan akan selalu menghasilkan adanya perbaikan nutrisi terhadap bahan makanan ternak yang diberi larutan urea. Protein, nutrisi terpenting dan relatif mahal ini menjadi begitu murah dan mudah didapat dengan pemberian urea. Bahan pakan pun secara laboratorium menunjukkan berbagai perbaikan. Serat kasar yang sulit dicerna rumen pun menjadi lebih bisa bermanfaat setelah melalui proses urease.

Hasil penelitian pengolahan jerami padi IR 38 dengan pemberian urea 4 % bukan hanya meningkatkan protein kasar secara drastis tetapi juga meningkatkan daya cernanya 50 % lebih baik, serat kasar bahkan menunjukan perbaikan daya cernanya lebih dari itu. Perbaikan juga terjadi pada daya cerna bahan kering dan bahan organik. (Komar, A, 1984 : 51).

Sekali lagi, mahasiswa mendapatkan amanat yang harus dipegang teguh bahwa sekalipun hasil kerja di laboratorium menunjukkan berbagai keindahan tetapi harus hati-hati dalam penerapannya di lapangan. Penggunaan protein semu tersebut telah menunjukkan berbagai bahaya. Misalnya, sapi laktasi tiba-tiba turun drastis produksinya, menyebabkan kemandulan, dan lain-lainnya. Masalah sosial-budaya peternak yang tidak setinggi manusia laboratorium memperparah keadaan, angka kematian tidak dapat dihindarkan.

Sejalan dengan bekal dari Kampus Rakyat, seorang nutrisionit dari Kansas University, Profesor Keith Bolsen, pada awal tahun 1990-an mengatakan bahwa,

Penggunaan urea untuk ternak, dengan metode dan cara apapun, lebih banyak kerugiannya daripada manfaatnya.

Bila ditarik garis merah ke masa lalu, Pada sebuah catatan peternakan di Amerika Serikat terbitan tahun1918, sama dengan terjadinya Perang Dunia Pertama. Ternyata, sejak awal abad ke-20 atau bahkan abad sebelumnya, urea sudah lazim digunakan disana sebagai bagian penting dalam proses pengawetan hijauan, khususnya silase. Buku kuno itu menjelaskan tentang berbagai aplikasi pengunaan urea dalam berbagai kadar terhadap berat badan sapi potong penggemukan.

Dikaitkan dengan pendapat Profesor Keith Bolsen di atas, maka diantara awal abad dan menjelang akhir abad ke-20 ini tentu ada perkembangan hasil penelitian dan penerepan penggunaan urea dalam pakan ternak di Negeri Paman Sam. Dapat dipastikan bahwa perkembangannya negatif, oleh karena itu di sana tidak lagi disarankan. Ironisnya, banyak ahli nutrisi Indonesia, yang menggembar-gemborkan kehebatan urea sebagai sumber nutrisi dan bahkan bisa memperbaiki nutrisi pakan ternak.

Para ahli lulusan dalam dan luar negeri itu tetap pada pendiriannya sekalipun di hadapan matanya banyak korban bergelimpangan. Mungkin mereka tidak menyadari bahwa ternak yang meregang nyawa tesebut adalah efek negatif dari formula yang di benaknya akan melejitkan pertumbuhan dan produksi ternak yang mengkonsumsinya. Kejadian ini bukan hanya terjadi pada ternak milik masyarakat awan tetapi juga terjadi di berbagai balai penelitian yang semestinya menjadi tempat berguru masyarakat dan praktisi serta ahli.

Batasan Penggunaan Urea untuk Pakan Ternak

Sampai sekarang penambahan urea menjadi pro dan kontra. Namun sebagaian besar nutrisionis Indonesia merekomendasikan penggunaan urea dengan batasan-batasan tertentu dengan beberapa alas an berikut. Urea merupakan salah satu sumber Non Protein Nitrogen (NPN) yang mengandung 41-45 % N. Disamping itu penggunaan urea dapat meningkatkan nilai gizi makanan dari bahan yang berserat tinggi serta berkemampuan untuk merenggangkan ikatan kristal molekul selulosa sehingga memudahkan mikroba rumen memecahkannya (Basya, 1981).

Pusat Diseminasi Iptek Nuklir telah melalukan percobaan-percobaan laboraturium untuk melaksanakan penilaian biologis berbagai suplemen dengan komposisi bahan tertentu, baik secara in-vitro maupun in-vivo, ditinjau dari pengaruhnya terhadap fungsi rumen. Dalam aspek inilah ( dengan menggunakan P-32, S-35, C-14 sebagai perunut radioisotop) teknik nuklir memberikan kontribusi yang penting. Untuk ini sejumlah parameter harus diukur. P-32 dan S-35 dapat digunakan untuk mengukur sintesa protein mikrobial di dalam rumen, Sedangkan C-14 untuk mengukur efisiensi pemanfaatan energi oleh mikroba rumen.

Dari hasil pengukuran parameter-parameter tersebut baik secara kovensional maupun dengan teknik nuklir, dapat dirumuskan komposisi suplemen yang secara optimal dapat menjamin berlangsungnya fungsi rumen dengan baik. Selanjutnya hasil rumusan tersebut dilakukan uji lapangan dengan mempelajari pengaruh komposisi suplemen terhadap pertumbuhan dan produksi hewan. Agar teknologi suplemen tersebut dapat diterapkan oleh peternak dan mudah dalam penyimpanan serta transportasinya, maka suplemen tersebut dibuat dalam bentuk padat dari komposisi bahan tertentu [ urea, molase, onggok, dedak, tepung tulang, lakta mineral ( kalsium, sulfur), garam dapur, tepung kedelai, dan kapur]. Pada awalnya uji lapangan terhadap pakan suplemen dilakukan di berbagai daerah secara terbatas, yaitu: Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur dan Lampung.

Uji coba tersebut dilaksanakan bersama dengan Direktorat Bina Produksi Peternakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Dinas Peternakan Daerah Tingkat Propinsi dan Kabupaten.

Van Soest (1982), menyatakan pemakaian urea sebagai sumber amonia pada rumput gajah yang berfungsi untuk menghidrolisis ikatan lignoselulosa, dan menghancurkan lignohemiselulosa, melarutkan silika, mengembangkan serat selulosa sehingga memudahkan enzim selulosa bekerja. Penggunaan Non Protein Nitrogen (NPN) pada makanan sapi potong dalam batas tertentu, seperti penggunaan urea, cukup membantu ternak untuk lebih mudah pembentukan asam asetat. Urea mempunyai kandungan nitrogen (N) kurang lebih 45 %. Karena nitrogen mewakili 16 % dari protein atau bila dijabarkan protein setara dengan 5,25 kali kandungan nitrogen, maka ternak kambing rata-rata diberi 5 gram/ekor/hari akan sebanding dengan 19,63 gram protein kasar (Murtidjo, 1993).

Sebagai pakan tambahan urea sering dipergunakan sebagai ransum ternak sapi, dimana nitrogen dengan bantuan mikroba dalam rumen dapat disintesa menjadi zat protein yang bermanfaat. Apabila pembentukan NH3 lebih lambat, maka NH3 didalam rumen tersebut dapat dipergunakan untuk pembentukan protein bakteri secara efisien (Anggorodi, 1994).

Parakkasi (1999) mengemukakan bahwa pada penambahan urea sebagai sumber NPN ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yaitu pemberian urea tidak melebihi sepertiga bagian dari total N (protein equivalen), pemberian urea tidak lebih dari 1% ransum lengkap atau 3% campuran penguat sumber protein, urea hendaknya dicampur sehomogen mungkin dalam ransum dan perlu disertai dengan penambahan mineral. Kemudian dijelaskan juga bila protein yang berkualitas tinggi tersebut dapat lolos dari proses degradasi maka akan dicerna secara enzimatis di dalam usus halusyang memungkinkan asam amino essensial dapat digunakan dengan baik oleh induk semangnya.

Ada juga pendapat yang mengatakan, takaran pemberian 100 mg/Kg Berat Badan sapi atau 10 gram/100 Kg Berat Badan sapi atau maksimal 115 gram/ekor sapi. Apabila diberikan lebih dari takaran akan mengakibatkan keracunan. Gejala-gejala yang terlihat apabila terjadi keracunan urea : sapi tampak gelisah, meneteskan air liur (ngiler), perut gembung, menyepak-nyepakan kakinya ke perut, jalan sempoyongan, sesak nafas, mati apabila tidak cepat tertolong.

Dengan demikian, pemberian urea untuk pakan ternak sepanjang memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku seperti diuraikan di atas, maka hal tersebut tidak berbahaya bagi ternak justru meningkatkan kualitas pakan dan pertumbuhan yang baik bagi ternak.

 

Oleh : Sri Hindrawati, S.Pt (BPTP JABAR)

 

Daftar Pustaka :

  • Anggorodi, R. 1994. Ilmu Makanan Ternak Umum. PT Gramedia. Jakarta
  • Basya S. 1981. Penggunaan dan Pemberian Urea sebagai Bahan Makanan Ternak. Lembaran LPP XI (2-4) BATAN. 2005. Urea Molasses Multinutrient Block (UMMB). Batan.
  • Dinoto. Bahaya Urea Untuk Ternak. Pegawai di Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu
  • Komar, A. 1984. Teknologi Pengolahan Jerami Sebagai Makanan Ternak. Yayasan Dian Grahita Indonesia. Bandung
  • Parakkasi, A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminan. Universitas Indonesia Press. Jakarta.
  • Pusat Diseminasi Iptek Nuklir
  • http://www.batan.go.id, www.infonuklir.com
  • http://id.wikipedia.org/wiki
  • http://www.infonuklir.com/Tips/atomos_ummb.htm. [30 Mei 2005]

Tulisan ini Kami Copas dari http://mandirilaras.blogspot.com/2013/01/urea-sebagai-pakan-ternak.html

Fermentasi Pakan Ternak Ruminasia dengan stater Bakteri Pengurai

Lalu bagaimana bila proses perbaikan kwalitas pakan ternakan kambing dan Sapi dengan proses Fermentasi

Masih dalam tanda tanya besar buat kami. Coba coba dan Coba Kiat kami

Semoga COPAS Tulisan ini Membantu Kita

 

Kambing Boer Galur Murni Apakah bisa lahir dari Betina Non Boer

Yahudi Asli harus lahir dari bapak dan ibu yahudi ! Atau minimal dari ibu Yahudi ! bila ayahnya saja Yahudi disebut Yahudi kelas 2

Sebuah dasar pemikiran dan pandangan kemurnian Ras dari turunan Nabi Yakub ini / Yahudi

Kambing Boer Galur Murni apakah bisa lahir dari Betina Non Boer ? Jawaban akan terbagi dua , BISA dan Mustahil .

Kambing Boer Galur Murni ( FullBlood )

Kambing yang berkembang di daratan Afrika Selatan dengan corak warna badan putih dan kepala berwarna coklat , terkadang banyak di dominasi warna coklat nya . Jenis kambing ini sudah berkembang lama di Afrika konon moyang kambing boer berasal dari jazirah arab ( kambing sabana ) .

kambing-boer

Masyarakat petani Afrika mengembangkan dengan sistem tidak jauh berbeda dengan penduduk Indonesia dan para ilmuwan peternakan inggris melihat potensi dari kambing ini melakukan Pemuliaan Genetik selama 65 tahun dan didapat varitas kambing boer yang bisa memenuhi kriteria Kambing Pedaging .

Untuk menjaga kemurnian dan kwalitas kambing boer yang telah super ini dibentuklah sebuah Asosiasi di amerika dengan nama American Boer Goat Association ( ABGA ) . Oleh sebab itu Kambing Boer terbagi menjadi 2 jenis Kambing Boer Registration dan Kambing Boer Non Registration.

Kambing Boer Registrasi

Yahudi Asli harus lahir dari bapak dan ibu yahudi ! Atau minimal dari ibu Yahudi ! bila ayahnya saja Yahudi disebut Yahudi kelas 2

Kambing Boer Asli harus lahir dari jantan dan betina Boer ! Atau minimal dari betina Boer ! bila jantannya saja Boer disebut kambing Boer kelas 2

Yang dimaksud kambing boer registrasi yakni garis keturunan dari jalur Jantan dan Betina betul betul berasal dari peternakan yang dikembangkan Ilmuwan Ingris ini atau bisa di istilahkan FullBlood .
Apabila hasil persilangan dengan kambing betina sembarang dengan acuan kemurnian darah kambing boer ( teregristrasi ) harus setelah generasi ke 5 atau lebih dari 97% kandungan kambing boer ( F5 ) itupun baru mendapat gelar PureBlood atau Kambing Boer Kelas 2.

F1 : 50% Kambing Boer

F2 : 75% kambing Boer

F3 : 87 % kambing Boer

F4 : 93 % kambing Boer

F5 : 96 % kambing Boer

. . . .

. . . .

F10 : 99,9 % Kambing Boer

Kambing Boer Non Registrasi

Bila kambing boer dengan garis keturunan tidak jelas , Jantan dan Betina asal nampak seperti boer , atau pula kambing boer yang dikembangkan penduduk afrika pada umumnya maka ini masuk kategori kambing boer Non registrasi atau kambing kelas rakyat jelata .

Persilangan dengan betina Non Boer, bila yang dituju adalah Kemurnian Ras kambing Boer ( FullBlood) yakni kesamaan warna , performa pertumbuhan , kesamaan model bentuk tubuh dan ukuran , rasanya mengejar sesuatu yang mustahil . Walaupun dilakukan penyilangan dengan Jantan Kambing Boer Asli teregritasi dan perulangan penyilangan di keturunan berikutnya berkali kali.

Mengejar bayang bayang Kambing Boer

Memperbaiki dan menutupi kekurangan dari turunan kambing lokal dengaan menyilangkan dengan kambing boer bisa dijadikan tujuan sebuah peternakan , dengan teknis pemurnian dan pemuliaan genetik dengan menyilangkan dari betina Lokal , diketurunan berikutnya di kawinkan kembali dengan Kambing boer galur murni lagi . Hal ini tidak mustahil akan menghasilkan turunan kambing yang lebih baik .bayangan-kambing-boer

Walau gambaran hasil akhir dari penyilangan berulang ini hanya sebatas bayang bayang kambing boer tetapi sudah sangat merubah bentuk fisik kambing di indonesia , bulat besar dan tentu berat badannya akan mengikuti ini perihal utama.

Kiatnya Jangan dimulai dari ukuran betina yang kecil ( kambing kacang misalnya ) sebab akan menghasilkan kambing keturunan boer yang Kecil Gempal ( Cilik Methekel ). Kambing Kacang yang di kenal kecil badannya di Inseminasi Buatan dengan kambing Boer , walau di silang berulang sampai 5 kali pun akan menghasilkan kambing Kacang Bulat ( bukan kacang krucil lagi ) . Hanya akan menghasilkan keturunan yang serupa warnanya tapi tidak pada ukuran besarnya.

Bila yang dikejar corak warna akan mudah sebab warna condong dipengaruhi Bapak. Badan putih kepala coklat mahkota putih , Sekali silang terkadang langsung muncul ciri warna yang diinginkan.

Jadi bila yang dikejar adalah ciri warna , bentuk , dan model selain besar badan dan performa pertumbuhan , adalah Bisa dengan mudah. Tapi bila yang di maksud adalah Performa dan Berat dan besar badan akanlah sulit , tergantung dari betina awalan yang di silangkan.

Perkawinan campuran juga sering dijumpai di kehidupan masyarakat kita ( manusia ). Body Indonesia wajah Bule , Body Indonesia wajah Arab atau sebaliknya

Badan Kecil penampilan Bule

Wajah Bule tampilan fisik Indonesia

Walaupun demikian dalam urusan persilangan varitas ada sebuah faktor yang sifatnya keajaiban ( X Factor ) dalam istilah peternak tradisional Faktor Keberuntungan / Rejeki , Yakni hasil keturunan dari silangan sangat mendekati dari unggulan yang kita inginkan .

Kwalitas suatu kaum bisa dilihat dari Kwalitas Ibunya

Besar kecilnya fisik keturunan akan sangat dipengaruhi oleh Ibu , walau pertumbuhan setelah lahir tergantung dari jumlah asupan gizi yang di makan oleh balita kambing. Berat lahir sebelum menyusui , Berat sapih usia 90 hari , Besar fisik Betina merupakan titik tolak untuk performa pertumbuhan kambing .

Apa sebabnya ? Ukuran tubuh ibu sebagai titik tolak .

Sekarang bagaimana dengan kondisi kambing lokal kita yang Nota Bene lebih kecil dari betina betina boer ? Caranya mencari betina terbesar di sebuah lokasi baru disilangkan dengan Boer ( IB ) .

Dari pengalaman kami bahwa betina betina lokal kita dengan kreteria juara / besar baru bisa mencapai bobot hidup 60 – 70 Kg itupun sudah masuk kreteria over weight / kelemon , bila dibandingkan dengan kambing boer dengan kreteria biasa adalah di kisaran 100 Kg  terasa sebuah angka yang susah di kejar.

Jalan fikiran ini begitu jelimet , apa boleh buat harus kita pakai agar menghasilkan turunan kambing yang besar dan baik.

Bila ditilik dari pemikiran rasis di atas rasanya memang sangat sulit untuk sebuah peternakan untuk bisa menghasilkan seekor keturunan kambing boer dengan kwalitas menyamai dari performa kambing boer . Perlu kesabaran dan waktu yang panjang.

Campur tangan pemerintah Indonesia belumlah bisa mempengaruhi dengan kuat atas ras ternak di negeri ini , sebab baru jantan unggul saja yang di import dari luar negeri atau malah cuma setetes air hina ( sperma) dan para Pejuang Peternakan kita hanya bermodal Sperma Beku yang di distribusikan di masyarakat.

Betina Unggul dari pemerintah jangan harap banyak.

Persilangan Berulang Yang Memakan Waktu

Bila betina lokal disilangkan dengan Pejantan Boer Galur murni akan menghasilkan varitas campuran dengan pola setengah Betina dan sentengah Jantan. pengulangan penyilangan akan menambah persentase pengaruh di turunan yang didapat.

F1 dengan kreteria 50% Lokal 50% Boer

F2 dengan kreteria 25% Lokal 75% Boer

F3 dengan kreteria 12,5% Lokal 87% Boer

Diharapkan pada persilangan ke 5 ( F5 ) akan didapatkan Varitas dengan kemiripan Kambing Boer Asli ( serupa tapi tak sama )

Untuk mendapatkan turunan kambing boer yang serupa ini ada beberapa kaidah yang harus di ikuti.

Di persilangan awal ( F1 ) Betina awal haruslah relatif besar dengan kreteria Tinggi Gumbal Up 90 cm dan memanjang, berat badan bila perlu mendekati 100 kg.

Anak kan awal / Tembean jangan di lanjutkan untuk persilangannya.

Seleksinya ada di berat lahir ( sebelum menyusui ) dan berat sapih ( 90 hari ).

Betina keturunan berikutnya yang akan di tingkatkan harus dimulai di kawinkan setelah usia betul betul dewasa 1,5 tahun ( Poel ).

Sangat memakan waktu , untuk sekali silang dan anaknya bisa disilankan lagi perlu waktu minimal 1,5 tahun . Bayangkan bila kita kejar F3 saja perlu waktu 4,5 tahun , F5 perlu waktu 7 ,5 tahun . Sangat memakan waktu.

Apabila kita menghendaki keturunan kambing kita menjadi Galur Murni Boer ada peneliti yang mengatakan agar disilangkan sampai diatas 10 kali , lebih dari 15 tahun waktu yang panjang dan lama .

Kata SABAR bukankah sudah menjadi modal dasar bangsa ini , 350 tahun saja kita bisa bersabar dijajah Belanda , masakah 10 , 20 tahun kita tidak bisa bersabar.

Varitas Unggul Keturunan Kambing Boer

Boerawa-boerja-saburai

Boer-boerja-boerawa

Kambing Boer bila disilangkan dengan kambing lokal Indonesia maka pengaruh lebar dan bulat nya akan sangat mendominasi , dari sifat ini lah pertambahan berat badan di keturunan boer akan tampak. Jadi hasil persilangan nya akan sangat bagus pertumbuhannya walau hanya 25% darah boer nya.

Varitas Unggul Tahan Wereng / VUTW adalah istilah yang dipakai di varitas Padi , sedang kambing dengan performa pertumbuhan baik kira kira apa.

BoerJa : Boer dan jawa Randu

Boerawa : Boer dan Etawa

Saburai : Boer dan Etawa ( fersi lampung )

ataukah dengan kata Hibrida

Etawa Hibrid

Radu Hibrid

Kambing Hibrida

Embek Hibrid

Jangan Boerhan saja , itu nama anak saya .

Terserahlah dalam istilah yang penting besar besar kambingnya dan melimpah jumlahnya

 

Keberhasilan Program Keluarga Berencana Jadikan Melorotnya Produksi Ternak Kambing

KB-KambingKeberhasilan Program Keluarga Berencana Jadikan Melorotnya Produksi Ternak Khususnya Kambing

Kok Bisa ? Apa Hubungannya , Antara KB dan Kambing ? Apa memang KB singkatan dari KamBing

Akar budaya di masyarakat pedesaan , Bahwa kambing sama dengan biaya sekolah.

Setiap anak saat masuk di Sekolah Dasar selalu di ikuti dengan diberikan tugas ngarit untuk kambing betina yang dikhususkan atas peranakannya untuk biaya sekolah.

Terasa aneh dimata penduduk kota , sampai sedemikian tega orang tua memperlakukan anak yang masih kecil – Diberi tugas kerja berat . Apalagi bila di pandang dari hak anak dan kewajiban orang tua , Jadi lebih tidak masuk akal lagi.

Jalan pemikirannya seperti apa ?

Ada pribahasa jawa ” Jer Basuki Mowo beo ”  ” Keberhasilan Membutuhkan Pengorbanan ” sebuah pribahasa yang sudah berakar di masyarakat dan nasehat orang tua kepada anaknya seperti itu juga.

Sekolah yang rajin dan sekolah itu membutuhkan biaya dan pengorbanan

mulai sekarang sehabis sekolah kamu ngarit untuk kambing yang dibelikan bapak

anak kambingnya bisa dijual untuk biaya sekolahmu !

Kurang lebih begitulah nasehat bapak kepada anaknya yang masuk Sekolah Dasar.

Jadi bila sekeluarga memiliki 4 orang anak yang sekolah maka 4 ekor induk betina kambing bisa dipastikan untuk di kembangkan , dalam 1 tahun dimungkinkan bertambah 4 ekor  x  2 anakan x 2 setahun  jadi 16 ekor anakan kambing Continue reading

Kawin Tubruk Gratis! Kawin Suntik Bayar!

Inseminasi-Kambing

Kawin Tubruk GrAtis !

Kawin Suntik Bayar !

Pilih Apa ?

Kawin Tubruk Apa Kawin Suntik ?

Kawin Modin Apa Kawin Suntik ?

GRATIS Apa  BAYAR ?

 

Penurunan kwalitas ternakan kambing seringkali disebabkan susah ditemukannya kambing jantan yang bagus di sebuah lokasi tertentu . Banyak hal yang mempengaruhi , mulai dari permintaan kambing jantan yang banyak khususnya yang besar besar , sampai kepada tersetoknya kambing jantan di peternakan penggemukan / pembesaran tertentu.

Bila hal ini terus terjadi dalam beberapa tahun ke depan tentu akan semakin buruk , Pejantan pejantan besar dan bagus tidak akan ditemui lagi dan yang tinggal pejantan pejantan dibawah umur

Kambing Jantan Bakalan Menurun Drastis

Bila kita berkunjung di salah satu pasar ternak kambing jumlah kambing jantan muda ( cempe ) sangatlah sedikit , bila ada harga yang diminta pedagang sangat tinggi . Cempe lepas sapih saja bisa mencapai 1 juta itupun yang kwalitas biasa biasa , bila cempe bakalan ini bagus ( postur tubuh panjang , tulang punggung lebar ) bisa menjadi 1,5 juta , harga yang fantastis.

Kenapa bisa semahal ini ?

Coba lihat di parkiran mobil , niscaya anda akan menemukan jawabannya !

Akan terlihat mobil Pick Up yang penuh dengan cempe jantan, dan bila anda tanyak ke pemiliknya , Akan di Bawa ke Mana Cempe Cempe ini ?

Jawabannya bisa dua . Sebuah peternakan kambing yang jauh dari pasar tersebut bisa juga Panitia Aqiqoh nun jauh disana .

Tentu kita akan heran , Jantan kecil kok sudah di sembelih sebagai Aqiqoh . jangan heran Panitia Aqiqoh juga pedagang yang bertindak agar dapat untung . Panitia panitia ini memiliki tempat penampungan merangkap pembesaran kambing . Tujuan membeli kambing cempe adalah agar mendapat harga bakalan yang miring bila membeli langsung jantan besar tentu tidak terkejar harganya .

Susah Mendapatkan Pejantan Tangguh

Untuk dapat dijadikan pejantan tangguh Seekor kambing haruslah memasuki usia 1,5 tahun atau biasa di istilahkan POEL ditandai dengan tanggal sebuah gigi seri atau Dewasa , bila sebelum usia itu baru masuk kategori matang gonad atau baliq . kambing-jantan

Bila di paksakan menggunakan pejantan pejantan yang terlalu muda maka kemampuan menjantaninya ( Brancah ) dan kwalitas anakan hasilnya pun juga kurang memuaskan.

Siklus putaran distribusi kambing adalah setahun sekali yakni Idul Adha  , tentu peternak rumahan sangatlah berat bila menahan Kambing jantannya lebih dari 2 tahun . Permintaan pasar untuk kambing kambing Super Besar saat Idul Adha pun juga semakin tinggi .

Perihal ini dilema yang susah untuk di pecahkan Dari permasalahan inilah maka keberadaan Jantan Tangguh susah didapatkan

Sekali Tubruk 1 Betina yang  Hamil

Satu lagi jenis perkawinan yang agak aneh, atau baru kita dengar “Kawin Tubruk ” , sering kita mendengar jenis perkawinan yang diluar kewajaran misalnya kawin lari apakah kawin sambil berlari, tentu tidak, kawin lari yang dianggap ilegal atau tabu dimasyarakat ini lahir akibat ketidak setujuan keluarga diantara kedua belah pihak tetapi tidak di daerah tertentu seperti di bali misalnya kawin sambil berlari merupakan sebuah adat yang di lestarikan oleh masyarakat setempat.

Kembali ke kawin tubruk satu betina hamil … kata kata diatas mungkin terdengar sedikit kasar hal tersebut juga wajar tetapi bukan di kalangan manusia melainkan terjadi pada bangsa lain yang bernama kambing , dikalangan hewan ternak kawin tubruk merupakan istilah untuk kawin secara alami tidak dimungkinkan

bila antara ke dua belah pihak yaitu betina dan jantan yang sedang mengalami pubertas dalam istilah jawanya ( memeti ) hal tersebut bertujuan dalam sekali tubruk kambing betina segera hamil dan didapatkan hasil yang unggul dari perkawinan alamiah

Dalam sebuah pengawinan cara alami / biasa hanya 1 ekor kambing betina dalam satu hari bisa dikawini , bila lebih dari satu ekor maka kambing jantan setangguh apapun akan mengalami penurunan berat badan . Bisa di bayangkan bila sebuah peternakan memiliki puluhan kambing betina dalam 20 ekor betina paling tidak harus siap 1 ekor jantan , bila 100 ekor betina tentu harus siap 5 ekor . bayangkan bila dalam 1 kecamatan ada 2000 ekor betina yang di kembangkan masyarakat tentu menjadi perihal yang sangat berat untuk diwujudkan agar peternakan kambing di sebuah wilayah menjadi baik.

Setetes Air Hina yang Berharga

Dari Tetes Air Hina Manusia diciptakan

Apakah juga demikian untuk kambing , Jelas jawabannya Sama .

Sama sama berasal dari setetes air Sperma baik kita ( manusia ) atau Kambing .

Untuk Kawin Buatan atau biasa di istilahkan Inseminasi pada ternak akan jauh lebih baik , sebab dari penjelasan diatas akan banyak kekurangan bila mengandalkan kawin alami / kawin tubruk.

Sperma dari pejantan juara masih bisa dipakai walau pejantannya sudah disembelih , Teknisnya semasa hidup pejantan juara ini disadap spermanya . Dari sperma yang didapatkan kemudian diencerkan dan dibagi menjadi satuan ampul yang lebih banyak dan dibekukan di Nitrogen cair di suhu -200 derajad.

Bila kita memiliki betina betina bagus seyokyanya kambing ini di inseminasi sayangnya Inseminasi Buatan untuk ternakan kambing kurang populer di penyuluh peternakan , berbeda dengan Sapi , setiap mantri hewan juga sebagai juru kawin suntik ( Mantri suntik ) .

Secara teknis kawin suntik adalah mudah dan murah tetapi kadang perhitungan murah akan menjadi mahal di negeri kita , kendala akan banyak timbul mulai dari Jarak , Keberadaan Nitrogen , Peralatan dan tenaga ahli .

Semua belum ada yang cukup simple , masih ada saja penghalang dan hambatan. Jadi urusan Inseminasi buatan ternakan kambing akan berharga cukup mahal.

RASISME ! Kunci Sukses peternakan Kambing

“Derajad indifidu di nilai dari garis keturunannya”

Tentu bila ini di terapkan pada kehidupan manusia akan mengembalikan peradaban modern sekarang kembali di jaman perang dunia .

Tetapi Bila diterapkan disebuah peternakan hewan akan menjadi kunci kesuksesan

– Persilangan Antar Unggulan

– Perkawinan Sedarah

– Persilangan varitas lain

– Sampai kepada Kloning

Tidak lain hanya untuk menaikkan kwalitas Ras dari keturunan Individu baru ” Cara Berfikir Rasis ”

Istilah ” Bibit Bebet dan Bobot ” sudah tidak lazim di jaman ini tapi bila anda menjadi peternak wajib bin wajib untuk menggunakannya.

rasisme-kambing-lanjutkan

Semisal :

Anda akan memelihara Kambing dengan membeli Betina yang baik , Badan tegap , Tinggi , panjang , kambing seimbang dan tidak kendor .

Sebelum menjatuhkan membeli sebaiknya lihat postur dari Bapak dan Ibunya ( minimal ) apakah memiliki kreteria yang sama kemudian kakek dan neneknya dari kedua garis turunan ( garis bapak dan ibu ) bila perlu Kakek Buyutnya . Tentu hal ini akan sulit bila mendapatkan betina bagus dari pasar hewan , sebab masyarakat peternak kita tidak lazim membuat catatan keturunan untuk ternaknya ( tidak ada akte lahir )

Metode ini dipakai untuk mempercepat mendapatkan bibit unggulan , atau pula dengan pola mendapatkan betina dan jantan bagus kemudian anda yang membuat catatan garis keturunan dari ternak yang anda kembangkan dengan pola menseleksi keturunan yang baik dipertahankan untuk meneruskan generasi berikutnya.

Metoda Apa yang sebaiknya di gunakan agar dapat hasil keturunan yang baik ?

Persilangan Antar Unggulan

Betina Juara vs Jantan Juara

Harapan keturunan yang terjadi terlahir anakan yang Juara pula .

Kenyataan masih belum tentu malah dari pengalaman kami dari persilangan Ayam Bangkok / aduan , Juara ketemu Juara menghasilkan keturunan yang acak acakan. ini untuk standart dan kreteria ayam aduan.

Hasil yang di turunkan condong terlalu over di sebagian bentuk badannya , Dada terlalu lebar ( mudah di pukul ) , Paha kaki dan taji terlalu besar dan keras ( susah loncat ) dst.

Memang untuk kreteria ayam aduan sangat teliti dan jelimet , berbeda dari kreteria bangsa ruminasia ( berat badan tujuan akhirnya )

Perkawinan Sedarah / In Breeding

Bapak dengan anak wedok , Kakek dengan Cucu

Ibu dengan anak laki , Nenek dengan Cucu

Sesaudara Ibu Bapak dan masih ada beberapa contoh nya

Baikkah metode ini ?

Bila menggunakan sistem keturunan dalam perkawinan Islam garis keturunan memakai garis Bapak ( bin )

In breeding sangat di haramkan dalam kehidupan manusia dan peternakan dengan alasan menghindari kerusakan genetik dari turunan turunan berikutnya

Persilangan / Cross breeding  varitas lain

Ini tidak jauh berbeda akan cara Persilangan Antar Unggulan tapi dari Varitas berbeda misal : Sapi Bali dengan Sapi Limosin , Domba Garut dengan Domba Lokal , Kambing Jawa dengan Bambing Boer

Tujuan nya adalah mengumpulkan sifat unggul dalam keturunannya.

Tentu Persilangan membutuhkan kesabaran dan ketelitian , untuk menseleksi ternak yang unggul.

Banyak sistem persilangan yang telah ada berhubung untuk menyingkat waktu ambil jalan pintas Foto Copy saja obyek ternak … KLONING , bila bisa silahkan saja.

Ras Apakah kambing Boer

Kambing Boer merupakan jenis kambing pedaging dengan performa yang luar biasa ( cepat besar ), sebenarnya kambing ini umum saja di negara afrika , tetapi telah 65 tahun diadakan Pemulihan Genetik oleh ilmuwan inggris dan akhirnya menghasilkan kambing varitas unggulan Boer ( Petani )

Konon kambing boer berasal dari jazirah arab / Kambing Sabana yang dibawa di bumi afrika , berhubung di daerah afrika ada kambing dengan warna coklat tua agak kehitaman / red kalahari terlahirlah kambing Boer ini dengan corak warna badan putih kepala coklat .

red-kalahari-kambing

Kambing Boer masuk dalam kategori kambing pedaging dengan kecepatan produksi daging 3,5 ons rata rata perharinya bila di kali 7 berati 2,45 Kg perminggunya sebuah angka yang mendekati perkembangan harian Sapi

Jenis Varitas Kambing di Indonesia

Sejak manusia pertama tinggal dimuka bumi  ( Adam dan Hawa ) kambing adalah jenis ternak yang sudah dekat dengan kehidupan manusia , Ingat kisah Khobil dan Habil ( putra Adam ) Habil mengorbankan Ternak Kambingnya .

Entah bagaimana awalnya Habil memiliki ternak gembalaan Kambing apakah dia menangkap dari alam liar dan dijinakkan ataukah memang kambing adalah spesies yang benar benar jinak .

Kambing ataukah Domba , keduanya banyak memiliki kesamaan , Apa Perbedaannya ?.

Sudah banyak literatur yang kami baca , mulai dari jumlah kromosom , sistem pencernaan , perihal perbedaan kambing dan domba , semua kadang sedikit membingungkan kami maklum basik pendidikan teknik.

Setelah sekian lama mengamati sekarang kami sudah bisa menemukan perbedaan yang nyata antara keduanya …. Ada di Suara

Kambing bila bersuara akan condong dengan tekanan Vokal awal E …. Emmmbeeek

Domba akan berusaha menirukan tapi tidak bisa membunyikan vokal E … Mbeeek dengan nada berat begitulah kira kira 🙂 🙂

Kambing Peranakan Etawa / PE

Merupakan persilangan dari kambing lokal yang sudah ada di indonesia dengan kambing Jamnapari ( India ) , di masa penjajahan kolonial Belanda konon jamnapari sudah di  datangkan dan dimasa pemerintahan President Suharto perbaikan keturunan akan ternak lokal di lanjutkan lagi dengan mendatangkan kenbali bibit bibit jamnapari unggul dengan tujuan yang sama ” memperbaiki kwalitas keturunan ternak di tanah air”

kambing-etawa-jampari

kambing-etawa

kambing-etawa-jampari1

kambing-etawa1

kambing-PE

kambing-PE1

Lihat tampang kambing Jamnapari / India di atas , Tampang seperti ini sangat tidak asing untuk kita
Kita biasa menyebutnya kambing PE ( Peranakan Etawa )
Foto foto ini kami dapat dari video salah satu peternakan di India ( YouTube )

Golongan PE Kaligesing

Peranakan Etawa Kaligesing merupakan kambing yang diternak dengan kreteria penduduk kecamatan kaligesing-Purworejo , Jawa Tengah ( Kepala Hitam )
Kambing berPeci Hitam , memang purworejo sangat dekat dengan Jokjakarta tembak lurus 50 km
Jadi kekhasan Peci hitam sampai tembus di Kambing 🙂

kambingkaligesing.files.wordpressKekhasan kambing Kepala Hitam ini menempel kuat pada nama kecamatan di jawa tengah ini – Kaligesing , walau Varitas ini sudah dibiakkan diluar Kaligesing – Purworejo namun para peternak dan Pedagang tetap menyebutkan Kaligesing / Kaligesingan kadang disingkat Gesing.

Memang Penampilan yang Mempesona dari Jendral Peci Hitam ini

Bila ingin mendapatkan peranakan Etawa Kaligesing Asli silahkan mengunjungi pasar Pandanrejo-Kaligesing Kab Purworejo. Kesibukan pedagang di pasar hewan ini sudah terlihat di Sabtu subuh.

 

Golongan PE Senduro

Kambing Etawa Senduro , tinggi , tegap , Putih Cream , tanduk pendek (kadang gundul ) , penghasil susu adalah ciri peranakan PE Senduro . Etawa Senduro dengan pesonanya bagai Jendral siap tempur dimedan laga  ” Jendral Surban Putih “.

Senduro adalah sebuah kecamatan di kaki gunung Semeru di Kabupaten Lumajang – Jawa Timur daerah ini begitu dikenal dengan tingkat kesuburan tanahnya , suplai air yang tidak pernah putus sepanjang tahun walau di kemarau panjang .

Dengan daya dukung alam yang luar biasa ini hingga kambing Senduro bisa tumbuh melebihi jamnapari di negeri asalnya.

Etawa-Senduro

Bila anda memiliki hobi petualangan jangan ragu untuk mengunjungi daerah ini tepatkan pada hari Minggu atau Kamis ( pagi ) pasar Tradisional Senduro akan menampakkan kambing Super.

Bila perlu borong semua kambing yang ada di pasar 🙂

Golongan PE Umum

Peranakan Etawa di kalangan masyarakat pedesaan dengan hanya bertujuan punya peliharaan kambing , mengawinkan ternak asal bisa bersuara Embek 🙂  tanpa perduli garis keturunan dan species pejantannya .

Persilangan campuran akan perjadi , bila di nilai dengan bahasan perbaikan kwalitas varitas kambing tentu sudah sangat baik sebab masa sebelumnya kecil kecil.

Untuk dikalangan pedagang ternak di pasar / Blatik biasa menyebutkan Kacukan Etawa , Bligon , Gumbolo .

Bila anda di pasar pasar ternak, Etawa jenis ini yang akan sering di temui . kekhasan jampari misal : Simbar di punggung dan pantat , kepala Nonong , rahang bawah kedepan , kaki belakang X ( ciri umum PE ) akan ditemui , ciri ini kadang kala muncul sebagian atau keseluruhan di ternak Embek yang ditawarkan.

Kambing Kacang

Anglo Nubian adalah sebutan secara internasional jenis kambing Kacang , yang luarbiasa sebutan dari masyarakat Indonesia ” KACANG ” .

Kenapa harus disebut Kacang sebab enak rasanyan ( daging tanpa lemak ) , berisi badannya ( mentes ) , mudah perawatannya ( neriman ), cepat adaptasi lingkungan ( krasanan ), cepat beranak  bisa setahun 2 kali ( redhen ), dengan sifat ini sebutan Kacang sangatlah cocok , Cuma kecil kecil badannya ini baru KACANGAN .

anglo nubiankambing-kacang

Jawa Radu

 

kambing-jawa-randuKami coba menelusuri dikalangan petani tua perihal ciri ciri kambing Jawa Randu , menghasilkan definisi seperti ini :

– Bertanduk , Jantan melinkari telinga dan betina agak lurus ( melengkung )

– Kepala besar Lancap , hidung tidak Nonong .

– Telinga Lebar kebawah tapi tidak seberapa panjang .

– Badan Bulat tidak seberapa tinggi.

– Punggung melengkung kebawah.

– Warna kebanyakan Putih  .

– Makannya Rakus

Dari ciri-ciri yang kami dapat ini bisa kami simpulkan bila varitas ini sudah sangat susah ditemui dan untuk sementara kami tarik kesimpulan bahwa kambing Jawa Randu memiliki banyak kesamaan dengan jenis Sabana atau Boer Afrika .

Praduga sementara kami bahwa varitas Jawa Randu merupakan hewan yang dibawa serta para wali pendakwah Islam di negeri kita dan karena begitu lama di ternak oleh masyarakat jawa maka di sebut dengan Jawa Randu dan sekarang ini tertutupi oleh jenis jamnapari ( PE ) sebab sudah dua masa pemerintah kolonial belanda dan presiden Soeharto di populerkan varitas India.

 

Kambing-Jawa-randu

Kambing Boer

Varitas unggulan Afrika, kelebihan dari jenis ini terletak pada kecepatan pertambahan bobotnya , untuk Varitas Orisinil bisa mencapai 3,5 ons dalam sehari , sebuah angka fantastis yang tiada tandingannya.kambing-boer

Sejarah dari Varitas BOER ( Petani ) dimulai dari penyebaran jenis Sabana di daratan Afrika sedangkan  di Afrika sudah ada jenis Kalahari dengan warna dominan Merah Gelap. Dari pencampuran dua varitas ini terlahirlah Kambing Boer.

Pemuliaan Varitas dari Boer telah dilakukan selama 65 tahun dan telah menghasilkan sebuah keturunan dengan kemampuan produksi daging yang sangat luar biasa